10 Kesalahan Saat Memulai Bisnis Yang Harus Dihindari

0
46

Kesalahan adalah sesuatu yang selalu dihindari oleh orang-orang, bahkan di masyarakat, yang namanya kesalahan selalu bermakna negatif.

Sehingga, kebanyakan dari kita cenderung menutupi kesalahan dan menyalahkan orang lain, melakukan segala yang kita bisa agar terhindar dari beban berat karena melakukan sesuatu yang salah.

Kebanyakan orang takut memulai sebuah bisnis karena takut melakukan kesalahan.

Tapi intinya: kesalahan bisnis tidak menghentikan momentum Anda, kesalahan membantu Anda menemukan jalan yang lebih baik.

Salah satu strategi membangun kepercayaan diri terbaik adalah memperlakukan kesalahan sebagai pengalaman belajar.

Dan dalam dunia kewirausahaan, Anda akan membuat banyak kesalahan. Anda tidak dapat menghindarinya.

Untungnya, untuk menghindari beberapa kesalahan, Anda dapat membuat perencaaan sebelumnya.

Artikel ini akan membahas beberapa beberapa kesalahan umum dalam memulai bisnis, dan tips untuk menghindari kegagalan bisnis.

10 kesalahan umum saat memulai bisnis kecil

Semua pebisnis membuat kesalahan.

Tidak apa-apa.

Baik Anda menjalankan bisnis pertama atau kelima, pencegahan adalah kuncinya.

Berikut adalah kesalahan umum yang dilakukan pemilik usaha kecil, dan bagaimana Anda dapat menghindarinya:

  • Tidak menulis rencana bisnis
  • Tidak fokus pada arus kas dan keuntungan
  • Tidak mengevaluasi ide bisnis Anda
  • Menyebarkan diri Anda terlalu kurus dengan produk
  • Tidak berinvestasi dalam pemasaran organik
  • Tidak memikirkan gratisan dan kontes
  • Tidak mencari bantuan
  • Tidak mengetahui target pasar Anda
  • Tidak memiliki rencana pemasaran yang solid
  • Tidak mengamankan kekayaan intelektual

Tidak Menulis Rencana Bisnis

Punya rencana bisnis ?

Silahkan tuliskan apa rencana bisnis Anda, ini perlu untuk tetap pada jalur dan mampu eksis ditengah persaingan.

Menuliskan rencana bisnis, berarti ide bisnis Anda jelas, dapat dikoreksi kembali dan terukur.

Banyak pebisnis baru memulai usaha tanpa memikirkan gambaran besarnya. Ketika mereka memulai sebuah usaha, ya mulai aja gitu….

Masalah pengiriman produk ntar nanti dipikirin dilapangan….

Kalau ada masalah produk yang dikembalikan, ntar nanti saja kalau dah kejadian…

Mereka tidak memiliki pemahaman tentang pasar, keuangan, model bisnis, atau logistik, dan kurangnya pemahaman tersebut dapat menghabiskan waktu, uang, dan tenaga ketika terjadi kesalahan.

Hindari kesalahan umum ini dengan menulis rencana bisnis untuk membantu mengidentifikasi apa yang tidak Anda ketahui dan menemukan celah yang perlu diisi.

  • Apakah Anda perlu bekerja sama dengan agen pengiriman ?
  • Atau mengirim secara manual?
  • Bagaimana Anda akan memproduksi produk?
  • Kepada siapa Anda menjual?

Setiap produk yang Anda buat harus berhubungan kembali dengan rencana bisnis Anda.

Ini membantu Anda tetap di jalur untuk memenuhi kebutuhan dan sasaran bisnis Anda—dan membangun bisnis yang tidak gagal.

Tidak Fokus Pada Arus Kas dan Keuntungan

Salah satu kesalahan keuangan yang dilakukan pengusaha adalah tidak memperhatikan arus kas dan keuntungan.

Jika Anda bertanya kepada pengusaha berpengalaman, apa keterampilan terpenting dalam menjalankan bisnis, mereka akan menjawabnya dengan matematika.

Banyak orang memulai bisnis mereka sebagai hobi dan tidak terlalu memperhatikan angka yang seharusnya.

Matematika bisnis, bekerja dengan sangat sederhana.

Untuk melihat seberapa menguntungkan bisnis Anda, gunakan rumus ini:

 Laba = Permintaan x (Pendapatan – Pengeluaran) 

Dan banyak biaya yang harus dikeluarkan.

Menurut penelitian, usaha kecil menghabiskan rata-rata $40.000 pada tahun pertama bisnis dijalankan.

Ini dihabiskan untuk hal-hal berikut:

Mari kita uraikan rumus keuntungan di atas.

Asumsikan ada 20.000 orang yang mencari produk Anda secara online per bulan.

Anggaplah produk Anda lebih dikenal dan dapat menjangkau setengah dari para pencari produk, itu adalah 10.000 pembeli potensial.

Rata-rata penjualan yang terjadi ada diantara 1% dan 2%, itu berarti 100–200 penjualan. Jika nilai pesanan rata-rata Anda adalah Rp. 1.500.000,- dan Anda memiliki margin laba bersih 30%, keuntungan Anda akan berkisar antara Rp. 4.500.000,- dan Rp. 9.000.000,- per bulan.

Tentu saja, ini hanya perkiraan kasar.

Tapi apa pun yang Anda hadapi, jika Anda sudah menghitungnya, Anda tahu apa yang Anda dapatkan.

Hindari kesalahan umum ini dengan melacak potensi keuntungan dan arus kas Anda menggunakan rumus di atas.

Baca juga, 3 Proses Marketing Agar Produk Anda Terjual.

Tidak Mengevaluasi Ide Bisnis Anda

Salah satu kesalahan terbesar yang bisa Anda lakukan saat memulai bisnis baru adalah tidak melakukan riset pasar.

Anda seharunya belajar tentang kompetisi dan memahami bagaimana Anda dapat membedakan diri dari mereka.

Persaingan bisa berasal dari UKM kecil yang menjual produk yang sama dengan Anda, bisa juga dari pengusaha besar sekelas Indomaret, Matahari, Lazada dll.

Banyak pengusaha pemula terjun ke dunia bisnis tanpa mempertimbangkan apakah jenis usaha yang mereka geluti cocok atau tidak.

Ada kasus di mana sebuah produk memiliki permintaan rendah namun dijual oleh pemain besar.

Jika kasusnya seperti ini, mending jangan buka usaha yang bersaing dengan pemain besar.

Untuk memahami kondisi pasar, Anda perlu melakukan riset.

Temukan jenis dagangan pesaing Anda dan lihat:

  • Jumlah review online
  • Keterlibatan sosial
  • Liputan media
  • Peringkat optimisasi mesin pencari (SEO)

Anda juga harus mengevaluasi apakah jualan produk ini hanya bersifat trend sesaat ? atau bisa dilakukan untuk jangka waktu yang panjang ?

Dengan pemahaman yang kuat tentang situasi pasar, Anda tidak akan kesulitan membangun bisnis di jenis usaha yang tepat.

Menjual Terlalu Banyak Produk

Kesalahan besar yang dilakukan pemilik bisnis baru adalah menjual terlalu banyak produk.

Terkadang, jika satu produk tidak laku, pemilik akan menambahkan lebih banyak produk ke toko mereka untuk menarik pelanggan potensial.

Ini tidak selalu berguna.

Apa branding produk Anda ?

Jika Anda fokus untuk menjual tas, maka jangan menjual produk lain yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan tas.

Karena merek yang Anda jual adalah cara orang mengenal dan memandang bisnis Anda.

Baca juga, Apa Produk Yang Laku Dijual di Internet ?.

Tidak Mengusahakan Trafik Pengunjung Organik

Apa itu trafik pengunjung organik ?

Trafik pengunjung organik adalah, lalu lintas pengunjung yang datang dari mesin pencari secara gratis, pengunjung bisa datang lewat artikel di blog, video di youtube dll.

Artinya, Anda terlalu mengandalkan iklan berbayar seperti FB Ads, Google Adword untuk mendatangkan pengunjung ke toko online Anda.

Tidak salah memang.

Tapi bayangkan berapa banyak uang yang bisa Anda hemat untuk promosi iklan, jika Anda bisa mendapatkan pengunjung gratis dari artikel blog atau konten Youtube Anda ?

Tapikan saya jualannya Tas ? Emang mau nulis tentang tas semua ?

Tidak harus, kuncinya di sini adalah melakukan pemasaran konten bukan menurut produk, tetapi menurut pelanggan Anda.

Karena peminat tas, tidak melulu mencari informasi tentang tas lewat mesin pencari.

Seorang peminat tas kemungkinan juga menyukai teknik berdandan, makanan sehat untuk body yang bagus, asesoris pendamping, gaya hidup dll.

Ketahuilah, 70% pengunjung mesin pencari berasal dari pencarian organik di google, dan hasil pencarian yang berada di halaman satu mendapatkan 67,6% klik dari hasil pencarian organik.

Memberikan Produk Gratis atau Kuis Gratis

Bisnis gagal karena terlalu banyak mengeluarkan uang untuk hal-hal gratisan dan kuis.

Beberapa produk cocok untuk diberikan promosi kuis gratis.

Kuis dengan hadiah produk gratis adalah cara yang efektif untuk memasarkan produk, tetapi tidak selalu cocok untuk setiap jenis jualan.

Promosi gratis dapat bekerja pada produk yang mudah rusak atau habis pakai, seperti : perawatan kulit, makanan, suplemen, dan sejenisnya.

Untuk semua produk lain— seperti pakaian—teknik ini sulit bekerja, bahkan akan membuat Anda rugi.

Baca juga, 7 Cara Meningkatkan Penjualan Dengan Teknik Scarcity Marketing.

Tidak Meminta Bantuan

Pengusaha baru biasanya berpikir bahwa mereka dapat melakukan semuanya sendirian.

One man show.

Dalam ilmu ekonomi, ada konsep biaya peluang.

Pada dasarnya, ketika Anda memilih untuk mengejar satu peluang, maka anda tidak tidak lagi bebas untuk mengejar peluang lain, ini adalah “harga” yang harus dibayar.

Jadi biaya satu peluang sebenarnya adalah “harga” untuk setiap peluang lain yang Anda miliki.

Jika Anda mem-bootstrap bisnis Anda sendiri, kemungkinan Anda melakukan semuanya sendiri.

Anda mengatur situs web, Anda mengotak-atiknya, Anda mengunggah produk, Anda menulis semua deskripsi produk, Anda melakukan semua pemasaran.

Mantap !!!!

Kelihatannya hebat, tapi ingat ada waktu berharga yang harusnya bisa Anda gunakan untuk menyiapkan ide-ide baru, atau membangun hubungan bisnis, yang akan terbuang percuma.

Tidak Mengenal Target Pasar Anda

Sebelum membangun sebuah usaha, ada 2 hal yang harus Anda teliti :

  • Menemukan ide produk
  • Mengetahui siapa target pasar Anda.

Ketika Anda mengetahui siapa pelanggan Anda, bagaimana mereka berperilaku, dan mengapa mereka berperilaku seperti itu, Anda akan dapat melayani mereka dan memenuhi kebutuhan mereka.

Baca juga, Mau Jualan Laku ? Begini Cara Membuat Buyer Persona.

Tidak Memiliki Rencana Pemasaran yang Matang

“Gagal untuk membuat rencana, berarti merencakanan kegagalan,” begitulah kata pepatah.

Saat Anda membuat bisnis online, Anda tahu siapa pelanggan Anda dan di mana Anda dapat menemukannya, menyiapkan rencana pemasaran Anda seharusnya mudah.

Beberapa bisnis merencanakan promosi melalui iklan berbayar (PPC), sementara bisnis lain melakukan promosi pemasaran lewat media sosial, yang lainnya lewat SEO, ada juga lewat e-mail marketing.

Apa pun rencana Anda, pastikan sudah ada sejak meluncurkan bisnis online Anda.

Tidak Mengamankan Kekayaan Intelektual

Dunia online adalah, dunia copy-paste.

Jika produk yang Anda jual berasal dari ide kreatif Anda sendiri, misalnya video kursus, ebook pelatihan, maka Anda wajib mempertimbangkan Hak Atas Kekayaan Intelektual.

Lindungi ide bisnis Anda dari para pesaing , ini termasuk hak cipta, merek dagang, paten, dan rahasia dagang—selain properti bisnis seperti peralatan.

Jika ide kreatif Anda dicuri, peraturan internasional dapat digunakan untuk membawa kasus Anda ke pengadilan dan membela hak cipta Anda.

Hak kekayaan intelektual bervariasi secara geografis.

Jadi, Anda harus melindungi hak Anda sesuai dengan hukum hak cipta di negara Anda.

Memulai Bisnis yang Sukses Dari Awal

Anda mungkin bertanya-tanya: Bagaimana saya tahu jika saya berada di jalur yang benar?

Tidak ada yang bisa memprediksi masa depan, tetapi untuk membantu dalam beberapa hal kecil, berikut adalah daftar pekerjaan keras namun bermanfaat yang harus Anda lakukan untuk berhasil menjalankan bisnis online:

  • Tulis rencana bisnis.
  • Teliti jenis jualan Anda: apakah ada permintaan?
  • Kenali pelanggan Anda: untuk siapa sebenarnya Anda memecahkan masalah?
  • Temukan celah di pasar: apakah ada nilai yang dapat Anda tambahkan ?
  • Miliki rencana pemasaran dan investasikan dalam pencarian organik.
  • Hindari membuang-buang waktu untuk masalah kecil.
  • Sewa bantuan.
  • Amankan kekayaan intelektual Anda.

Dan yang terakhir, tapi tentu tidak kalah pentingnya: bertahanlah!

Faktanya, bahkan ketika bisnis Anda tumbuh dan berhasil, masalah & kesalahan tidak berhenti datang.

Yang penting adalah bagaimana cara Anda mengatasinya. Dengan memahami kesalahan bisnis umum ini sejak awal, Anda sudah siap untuk mengatasi setiap tantangan yang menghadang bisnis Anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.