Brand - Chart with keywords and icons - Flat Design

Banyak sekali orang yang bingung terhadap istilah “brand” atau kita kenal dengan istilah merek ini, terutama di kalangan usaha kecil, apa sih yang dimaksud dengan merek itu ?

Jika kamu mencari di Internet, maka kamu akan mendapatkan beragam jawaban seperti beriut ini :

“Merek adalah sebuah hubungan emosional dan psikologis antara Anda dengan pelanggan Anda”

 

“Sebuah produk yang diproduksi oleh perusahaan tertentu dan diberi nama tertentu”

 

“Nama, istilah, desain, simbol, atau fitur lain yang mengidentifikasi produk yang satu, yang berbeda dari penjual lain”

 

“Merek adalah ide atau citra produk tertentu atau jasa yang dapat diingat oleh konsumen, dengan mengidentifikasi nama, logo, slogan, atau desain dari perusahaan yang memiliki ide atau gambar tersebut.”

Ini hanya sebagian dari istilah merek yang ada di luar sana.

Mbah ingin menghilangkan istilah-istilah tersebut dan membuat semuanya tetap sederhana.

Jadi ini adalah istilah mbah sendiri : Merek adalah kepribadian dari suatu bisnis.

Artinya, dengan mendengar atau melihat merek suatu produk, maka itu sudah menggambarkan bagaimana bisnis tersebut secara keseluruhan.

Kepribadian Dari Sebuah Bisnis

Bayangkan bisnis kamu sebagai satu pribadi (manusia). Atribut apa membentuk kepribadiannya ?

  • Siapa namanya?
  • Apa yang pakai? (Yaitu desain)
  • Bagaimana caranya berkomunikasi ? (Yaitu posisinya dalam pasar)
  • Apa fungsinya dan apa yang bisa dilakukan orang tersebut ? (Yaitu apa yang dijanjikan oleh merek itu)
  • Siapa yang bergaul dengannya ? (Yaitu target pasar)
  • Apakah dia dikenal oleh orang lain ? (Yaitu merek dikenal oleh pasar/brand awareness)

Kepribadian ini akan jauh berbeda antara bisnis yang satu dengan bisnis yang lainnya.

Toyota dan Rolls Royce keduanya menghasilkan produk dengan fungsi yang sama, tapi mereka akan memberikan jawaban yang berbeda untuk pertanyaan diatas.

Cara Terbaik Untuk Menbangun Sebuah Merek Adalah Dengan Cara Menjualnya

Beberapa usaha kecil dan menengah melihat kampanye iklan mencolok dari merek terkenal seperti Apple, Coca Cola dll kemudian terjebak berpikir bahwa mereka juga perlu untuk menghabiskan waktu, uang dan usaha untuk membangun “brand awareness”.

Ini sama saja dengan menempatkan beban kereta tarik di depan kuda (beban kereta harusnya ditarik dengan badan, bukan di dorong dengan kepala kuda).

Baiklah, mbah mau tanya sebuah pertanyaan sederhana, apa yang pertama kali terjadi dalam dunia bisnis; penjualan atau pengenalan pasar atas suatu merek?

Jawabannya, tentu saja penjualan.

Orang-orang baru akan mengenal merek suatu produk jika kamu menjualnya dan mereka merasakan fungsinya, jika kamu hanya pemula atau perusahaan kecil-menengah, orang tidak akan mau membeli produkmu hanya karena mendengar mereknya saja.

Memang benar bahwa ketika perusahaan semakin besar, maka dibutuhkan “brand awareness” agar penjualan bisa tetap terjadi.

Namun kamu ngak perlu melihat apa yang mereka lakukan sekarang sebagai perusahaan besar, mereka melakukan itu karena mereka sudah dikenal oleh masyarakat luas.

Untuk pemula, lihatlah bagaimana cara agar bisnis kecil kamu bisa semakin besar.

Ketika perusahaan yang sudah hebat masih dalam skala kecil, mereka pasti ngak menghabiskan uang dalam jumlah besar hanya unutk membuat iklan mencolok dan brand awareness.

Mereka bekerja cengan cepat, membuat penawaran dan menjual produk mereka secara langsung (ngak pake iklan jor-joran di TV, papan Bill Board atau kampanye iklan besar-besaran).

Jika Apple dan Coca Cola ngak berkonsentrasi pada penjualan pada awal mereka merintis usaha, mereka ngak akan bisa bertahan sampai pada hari ini dan pasti ngak bakalan ada yang kenal dengan merek mereka.

Itu sebabnya mbah katakan cara terbaik untuk membangun sebuah merek agar dikenal orang adalah dengan cara menjual produkmu sebanyak mungkin.

Jika sebuah merek adalah kepribadian dari sebuah bisnis, maka cara terbaik agar orang mengenal dan memahami kepribadian itu adalah dengan cara membelinya dari kamu.

Mencoba untuk meniru teknik pemasaran dari perusahaan besar adalah sebuah kesalahan besar.

Membangun Ekuitas Merek Kamu

Ekuitas Merek (bahasa Inggris: brand equity) adalah seperangkat aset dan keterpercayaan merek yang terkait dengan merek tertentu, nama dan atau simbol, yang mampu menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh sebuah produk atau jasa, baik bagi pemasar/perusahaan maupun pelanggan.

Bagi pelanggan, ekuitas merek dapat memberikan nilai dalam memperkuat pemahaman mereka akan proses informasi, memupuk rasa percaya diri dalam pembelian, serta meningkatkan pencapaian kepuasan.

Nilai ekuitas merek bagi pemasar/perusahaan dapat mempertinggi keberhasilan program pemasaran dalam memikat konsumen baru atau merangkul konsumen lama.

Hal ini dimungkinkan karena dengan merek yang telah dikenal maka promosi yang dilakukan akan lebih efektif.

Ketika kamu sudah melakukan penjualan dan produk kamu sudah diterima di pasaran, ekuitas merek (branding) adalah sesuatu yang bisa kamu lakukan selanjutnya.

Kali ini tujuan kamu melakukan branding bukan untuk mendorong mereka membeli dari kamu.

Ekuitas merek adalah cara kamu untuk membangun kepercayaan kepada orang-orang “yang memaksa” mereka untuk memilih melakukan bisnis dengan kamu daripada pesaing kamu.

Saya pernah mendengar ekuitas merek digambarkan sebagai seorang pelanggan yang menyeberang jalan untuk membeli dari kamu, meskipun ada penjual produk sejenis diseberang jalan di mana si pelanggan berdiri.

Ekuitas merek dari produk kamulah yang membuat si pelanggan rela untuk “menyebrang jalan” hanya untuk membeli dari kamu.

Ekuitas merek dapat membentuk loyalitas pelanggan, melakukan bisnis yang berulang meskipun kamu membuat harga premium “yang mahal” untuk produk atau layanan kamu.

Mau contoh yang nyata, kamu bisa lihat barisan manusia yang antre seperti ular untuk mendapatkan gadget Apple terbaru, sementara saingan mereka Android dengan fungsi produk yang sebenarnya ngak jauh berbeda ngak pernah mengalami antrean seperti di Apple.

Ekuitas merek semacam ini lahir dari pengalaman pelanggan yang menakjubkan dengan produk kamu pada penjualan yang terjadi sebelumnya, yang mengubah pelanggan menjadi penggemar.

Ini adalah sesuatu yang ngak bisa dibeli dengan kampanye iklan liar “brand awareness”.

Jadi daripada kamu menghabiskan tenaga, waktu dan banyak uang hanya untuk membuat iklan sana-sini, pasang spanduk, ikut google ad atau facebook ad, lebih baik kamu fokus pada pada penjualan produkmu dan ciptakan pelanggan dan penggemar yang radikal atas produk kamu.

Ini adalah saran mbah untuk kamu yang sedang membuat sebuah usaha kecil-menengah dan sedang mempertimbangkan untuk melakukan teknik branding.

Jika kamu merasa artikel ini membantu, silahkan share ke teman-teman kamu ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here