Pada artikel ini kita akan membahas apa dampak musik bagi kemajuan bisnis Anda :

  • Pengalaman pembeli
  • Identitas merek
  • Kesetiaan pelanggan
  • Pendapatan penjualan

Mari kita mulai: Ada apa dengan musik?

Siapa sih yang ngak suka dengan musik ?

Entah bagaimana caranya, tapi musik memiliki kekuatan untuk masuk ke dalam tubuh kita dan mempengaruhi emosi dan cara berpikir kita.

Dengar musik sedih langsung galau….

Dengar musik riang langsung jingkrak-jingkrak kayak orang happy (entah apa yang merasukimu…😊)

Musik secara tidak sadar memengaruhi suasana hati, tingkat energi, daya ingat, dan bahkan perilaku kita.

Musik dapat menghubungkan kita dengan orang lain, pengalaman, dan ruang – bahkan bisnis.

Pengaruh inilah yang diukur oleh para peneliti selama 20 tahun terakhir.

Sebagian besar penelitian menunjukkan hubungan yang jelas antara musik dan kinerja bisnis. Namun, musik tetap menjadi salah satu alat yang paling jarang digunakan untuk kesuksesan bisnis.

Apakah Anda seorang direktur atau penjual produk biasa, maka sudah saatnya Anda memanfaatkan musik untuk mendongkrak bisnis Anda.

Bisa dengan menyisipkan musik lewat video presentasi produk, atau memutar musik di rumah makan milik Anda.

Musik dapat memengaruhi bagaimana perasaan, pemikiran, dan bahkan membuat pelanggan menghabiskan waktu di tempat jualan Anda.

Bagaimana musik memengaruhi calon pembeli/pelanggan Anda

Dalam pidatonya yang terkenal di TED, Daniel Kahenman (bintang rock pemenang psikologi perilaku) yang menang Nobel menjelaskan hanya dibutuhkan satu peristiwa negatif untuk merusak persepsi seseorang tentang seluruh pengalaman.

Ini mirip-mirip dengan perumpamaan, karena nila setitik, rusak susu sebelanga.

Trus, hubungannya dengan musik apa nih ?

Jadi begini, dengan memperdengarkan musik yang tepat, kita dapat merubah sebagian besar pandangan/pendapat seseorang.

81% konsumen mengatakan bahwa musik mengangkat suasana hati mereka, sementara 71% mengatakan musik menciptakan suasana yang lebih baik.

Dari saat pelanggan berjalan melewati pintu, hingga saat mereka pergi – setiap langkah dari perjalanan pelanggan harus menambah nilai.

Dan ketika pelanggan merasa nyaman dalam suatu ruang – mereka melakukan tindakan yang berbeda di dalamnya.

84% organisasi yang fokus pada peningkatan pengalaman pelanggan melaporkan peningkatan pendapatan.

Tahukah Anda, dengan memainkan musik yang dinikmati konsumen membuat mereka 24% lebih mungkin membeli produk Anda?

Jadi jangan heran kalau nonton iklan ada musiknya, nonton bioskop juga ada sisipan musiknya, masuk ke café atau restoran ada musiknya, bahkan lihat story di media social juga ada musiknya.

Bagaimana musik membangun identitas merek Anda

Persaingan bisnis semakin ketat, toko online dimana-mana, market place bersaing mati-matian. Para pebisnis mencari cara untuk memperkuat merek mereka agar menonjol dan lebih dilirik orang.

Kalau berbicara harga ? untuk produk yang sama rata-rata memiliki harga yang sama dengan penjual lain, paling beda-beda tipis.

Berbicara kualitas ? sama saja…..

Lalu bagaimana caranya supaya pelanggan lebih memilih kita ?

Jawabannya, pengalaman dan kenyamanan pelanggan.

Ketika seseorang sudah nyaman dengan Anda, maka harga tidak akan menjadi masalah lagi.

Orang yang terlanjur senang dengan sebuah merk akan tetap memilih merk tersebut untuk pembelian selanjutnya.

Itu sebabnya ada fans Iphone, fans Samsung, fans tas mewah meskipun harganya di luar nalar..dll

Pengalaman dan kenyamanan pelanggan akan mengalahkan perbedaan harga dan kualitas sebuah produk.

Oke…oke, lalu apa yang membuat pelanggan nyaman dengan kita ?

  • Papan nama
  • Tampilan iklan
  • Dekorasi/desain
  • Logo
  • Dll

Satu lagi yang sering terlupakan, musik.

Musik adalah cara langsung dan hemat biaya untuk membangun suasana hati dan membangun hubungan dengan target pasar Anda.

Menurut Brand Channel, 96% dari merek yang menggunakan musik yang sesuai dengan identitas mereka lebih cenderung dikunjungi balik oleh konsumen.

HUI Research pernah melakukan percobaan dan menyimpulkan bahwa hanya dengan memainkan musik yang cocok dengan merek dari campuran lagu yang umum dapat meningkatkan penjualan sebesar 9%.

Bagaimana musik menumbuhkan loyalitas pelanggan

Pelanggan yang senang adalah pelanggan yang kembali.

Ya iyalah….kalau pembeli tidak pernah lagi membeli produk Anda, maka kemungkinan besar mereka tidak puas dengan pelayanan/produk Anda.

Tahukah Anda bahwa mendapatkan pelanggan baru biayanya sekitar 6X lebih banyak daripada mempertahankan yang sudah ada? Dan peluang Anda 50% lebih besar melakukan penjualan ke pelanggan yang sudah pernah membeli dari Anda.

Jadi pembeli yang sudah menjadi pelanggan adalah cara mudah untuk mempertahankan volume penjualan.

Tetapi untuk mendapatkan kepercayaan yang terus-menerus dari para pelanggan ini, dibutuhkan lebih banyak usaha.

Musik yang pas dapat menjadi alarm ‘pengingat’ bagi pembeli terhadap produk Anda.

Musik dapat meningkatkan rasa memiliki seseorang terhadap suatu merek, ditambah kemungkinan mereka untuk kembali.

Faktanya, sebuah studi dari Musik Works menemukan bahwa 31% konsumen mengatakan mereka akan kembali jika musiknya pas. 21% mengatakan mereka juga akan merekomendasikan produk itu.

Ini menjelaskan mengapa lebih dari 2/3 pemilik bisnis mengklaim bahwa musik mendorong penjualan yang berulang.

Yup, fakta ini benar sekali, anak saya merengek-rengek minta dibeliin Oreo waktu dengar lagu Oreo si Vampir yang menyeramkan….!

Kok bisa gitu ?

Musik membuat pelanggan Anda merasa disambut ketika mereka masuk, ketika mereka merasa cocok dengan musik tersebut, peluang mereka kembali akan lebih besar.

Sesuaikan musik yang Anda putar dengan target pelanggan Anda.

Jika Anda membuka café khusus orang tua, pasanglah musik slow atau lagu ‘zaman old’. Mereka akan termemori dan akan merasa diterima di café Anda.

Ketika mereka sudah terkesan dengan layanan Anda, maka peluang mereka untuk kembali akan lebih besar.

Jika target Anda anak-anak, pasanglah lagu yang ceria dan menyenangkan seperti lagu si Vampir yang menyeramkan…maka Anda akan sukses mengisap ‘uang’ dari kantong para orang tua yang anaknya merengek-rengek minta dibelikan produk Anda…wkwkwkwk

Apakah musik bisa memaksimalkan pendapatan penjualan ?

Dalam penelitian Milliman, ia membuktikan bagaimana musik yang lebih lambat/santai mengurangi kecepatan orang yang bergerak melewati sebuah toko.

Tetapi yang paling menarik adalah dia juga mencatat perubahan perilaku pelanggan ini menyebabkan peningkatan penjualan sebesar 38%.

Artinya, ketika Anda memutar musik yang lambat/santai, perhatian orang-orang akan teralihkan ke suara musik dari toko Anda, sehingga peluang mereka masuk dan berbelanja ke toko Anda menjadi lebih besar.

  • Cain-Smith dan Curnow juga menjelaskan bagaimana volume musik dapat memengaruhi lalu lintas orang yang lewat di pusat perbelanjaan.
  • Caldwell dan Hibbert menghubungkan musik bertempo lambat dengan peningkatan waktu tinggal dan pembelian minuman.
  • Knöferle mengungkapkan bagaimana musik dengan kunci minor dapat mendorong pengeluaran tambahan dalam beberapa konteks.
  • Penelitian HUI menemukan bahwa musik yang cocok dengan merek di sektor makanan dan minuman dapat meningkatkan penjualan sebesar 9%.
  • Sebuah penelitian Texas menemukan bahwa aliran musik tertentu dapat memicu keputusan pembelian yang lebih mahal.

Baiklah, itu dia pembahasan kita mengenai musik dan dampaknya kepada jualan kita.

Tapi…tapi…tapi…Anda harus ingat…musik bukanlah alat hipnotis/sihir yang bisa membuat penjualan Anda meroket seketika.

Musik memang bisa mempengaruhi emosi dan pikiran calon pembeli, namun Anda tetap harus menggabungkannya dengan pelayanan yang berkualitas dari Anda.

Percuma musiknya bagus, tapi cafenya kotor.

Musiknya bagus, tapi video presentasinya amburadul…ngak enak buat ditonton.

Jadi, gunakanlah musik untuk mendukung stratgei penjualan Anda dengan tepat.

Pasang musik yang tepat di tempat jualan Anda, iklan Anda, Video Youtube Anda, Video presentasi Anda atau di Story media sosial Anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.