Ok, hari ini mbah akan berbicara tentang plugin. Selama bertahun-tahun berselancar dengan wordpress, Mbah telah membuat beberapa kesalahan.

Serius, salah memilih plugin benar-benar bisa beresiko menghabiskan banyak waktu dan uang. Dalam artikel ini mbah berharap untuk mengajarkan kamu tentang cara terbaik untuk memilih plugin.

Memilih plugin yang akan dipasang mungkin adalah  pekerjaan yang gampang; namun ada beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan sebelum menginstal plugin ini di blog kamu.

Plugin Gratis (Free Plugin)

Ada ribuan plugin WordPress gratis yang bisa kamu dapatkan di https://wordpress.org/plugins/. Jika kamu seperti mbah dan begitu banyak pengguna wordpresss lainnya, mata kamu bakalan terbelalak  melihat  banyaknya plugin ini. Gratis lagi…..wkwkwkwkw

Setiap kali mbah butuh plugin, maka yang pertama mbah lakukan adalah mengunjungi situs WordPress untuk melihat apakah mbah dapat menemukan sebuah plugin WordPress gratis yang dapat melakukan apa pun yang mbah perlukan. Yang gratis lebih baik daripada berbayar , benar ngak ? wkwkwkwk…..Ngak selalu sih.

Untuk contoh, katakanlah kamu mengalami masalah dengan traffic dan loading web pada server kamu. Kamu perlu plugin caching untuk membantu mengurangi beban server. Jadi, apa yang biasanya banyak orang lakukan adalah pergi ke WordPress dan ketik “plugin caching”

Seperti yang kamu lihat, ada lebih dari 1000+ plugin yang di urutkan sampai berhalaman-halaman:

Secara otomatis itu diurutkan berdasarkan relevansinya. Kamu juga dapat memilih untuk mengurutkan berdasarkan yang terbaru, paling populer, dan nilai tertinggi.

Kamu dapat melihat berapa banyak download untuk setiap plugin. Kemudian kamu akan melihat sistem rating bintang lima. Jika rating 1 bintang cukup banyak, berarti ada masalah dengan plugin tersebut atau orang tidak menyukainya. Rating sampai 5 bintang umumnya berarti orang senang dengan plugin tersebut. Tapi, kamu jangan hanya membuat pilihan berdasarkan rating bintang plugin tersebut.

Sekarang, katakanlah kita ingin mencari plugin untuk SEO. Ada ribuan jenis plugin ini di luar sana.

Yoast SEO

Misalnya mari kita lihat di WordPress Yoast Plugin. Ketika kita mengunjungi halaman deskripsi, kita dapat melihat deskripsi, instalasi, FAQ, screenshot, changelog, statistik, dukungan, review, dan tab pengembang untuk setiap plugin.

 Tab deskripsi  memberitahu kita tentang plugin itu. Pada dasarnya, Yoast Plugin adalah plugin SEO. Halaman deskripsi akan memberitahu kamu tentang plugin dan fitur-fiturnya.

Ada juga tutorial video yang menunjukkan seluk-beluk dari plugin tersebut. Pastikan kamu membaca halaman deskripsi dengan teliti dan pastikan bahwa plugin tersebur memiliki fitur sesuia dengan apa yang kamu butuhkan.

Instalasi. Ini cukup mendasar dan menunjukkan cara untuk menginstalnya.

 FAQ.  Halaman ini berisi pertanyaan yang umum diajukan oleh pengguna plugin yang berhubungan dengan plugin tersebutat.

 Screenshot.  Halaman ini menunjukkan frontend dan backend plugin. Tidak semua plugin menunjukkan screenshot. Namun, akan sangat bagus jika plugin memiliki halaman screenshoot.

 Changelog.  Halaman ini menunjukkan pembaruan apa saja yang telah dilakukan terhadap plugin. Misalnya, biasanya ada patch keamanan atau fitur baru yang telah diperbarui oleh pengembangnya.

 Statistik Halaman ini menunjukkan statistik plugin. Pada dasarnya, halaman ini hanya menunjukkan berapa banyak orang yang telah men-download plugin. Harian, mingguan, atau tahunan.

 Support.  Ini adalah forum yang berisi pertanyaan dan jawaban dari pengembang plugin. Pastikan bahwa pengembang memberikan respon atau jawaban terhadap pertanyaan yang diajukan di forum support.

Akan sangat buruk sekali jika kamu membuat situs dan tidak mendapatkan dukungan dari pengembang plugin.

 Review Halaman ini berisi pandangan dan pendapat orang mengenai plugin tersebut. Pastikan bahwa tidak ada banyak keluhan tentang plugin tersebut pada halaman review.

 Pengembang (developer).  Halaman ini berisi informasi mengenai pengembang.

Periksa Versi Kompatibel dan Update Terbaru

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah tidak memeriksa apakah plugin yang kamu gunakan masih kompatibel dengan versi WordPress yang terbaru.

Artinya jika kamu menggunakan WordPress 4.0.1 dan plugin ini hanya kompatibel dengan 3.8.2 maka plugin tidak bisa berfungsi dengan benar di situs kamu.

 

Jangan mengabaikan “Update Terakhir”. Ini sangat penting. Ini menunjukkan waktu ketika pengembang terakhir kali memperbaharui pluginnya.

Ini bisa beresiko menimbulkan celah keamanan pada situs kamu. Plugin harus diperbarui paling tidak setiap dua sampai tiga minggu.

Versi Premium

Ingat bahwa kamu selalu dapat menggunakan versi gratis dan jika ada pilihan untuk versi premium berbayar kamu mungkin bisa mempertimbangkan untuk menggunakannya nanti.

Kamu dapat menguji versi gratis untuk melihat apakah kamu menyukainya atau bahkan menguji apakah ada masalah atau tidak.

Biasanya, jika itu plugin berbayar para pengembang akan melakukan pekerjaan yang lebih baik untuk menjawab pertanyaan atau masalah yang mungkin terjadi pada plugin tersebut.

Kesimpulannya, ada ribuan plugin yang bisa kamu pilih secara gratis dan kamu harus benar-benar memastikan bahwa plugin ini kompatibel dengan versi WordPress yang kamu gunakan sekarang.

Plugin perlu diperbarui paling tidak setiap 2-3 minggu. Karena bisa jadi plugin kamu tidak akan bekerja jika wordpress melakukan update terbaru.

Sebelum kamu memtuskan untuk memakai plugin versi premium, ada baiknya kamu pakai yang versi gratis dulu untuk mengetahui kinerja plugin tersebut.

Pastikan kamu mendapat dukungan dari pengembang, jika memutuskan untuk menggunakan plugin gratis.

Mbah harap artikel ini dapat membantu kamu dalam memilih plugin untuk situsmu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here