Kebanyakan waktu yang kita gunakan khusus untuk membahas bagaimana strategi marketing yang jitu agar bisnis kita dapat berkembang dengan cepat.

Namun, dari berbagai strategi tersebut, menurut mbah belajar dari kesalahan  yang terjadi sama pentingnya seperti mengikuti nasehat yang bagus.

Dalam artikel ini mbah akan menguraikan tiga blunder pemasaran yang paling umum dilakukan oleh usaha kecil dan menengah.

Ini adalah strategi marketing “bodoh” yang telah membunuh banyak usaha kecil. Jika kamu mengabaikannya, maka strategi ini juga bisa membunuh kamu.

Strategi Marketing Bodoh  # 1 – Tidak Mencatat Return On Investment (ROI) dari Iklan

ROI (singkatan bahasa Inggris: return on investment) atau ROR (singkatan bahasa Inggris: rate of return) – dalam bahasa Indonesia disebut laba atas investasi – adalah rasio uang yang diperoleh atau hilang pada suatu investasi, relatif terhadap jumlah uang yang diinvestasikan.

Jumlah uang yang diperoleh atau hilang tersebut dapat disebut bunga atau laba/rugi. Investasi uang dapat dirujuk sebagai aset, modal, pokok, basis biaya investasi. ROI biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase dan bukan dalam nilai desimal.

John Wanamaker, salah satu yang marketing yang hebat dan terkenal mengatakan:

Setengah uang saya terbuang untuk belanja iklan; masalahnya adalah saya tidak tahu yang mana yang setengah itu

Faktanya adalah, kebanyakan bisnis kecil tidak melacak sejauh mana keberhasilan iklan yang mereka jalankan.

Tidak mengukur sejauh mana keberhasilan iklan yang kamu belanjakan dan dari mana penjualan kamu berasal, tidak melacak ROI atas belanja iklan adalah tanda bahwa kamu amatir.

Saat ini sudah banyak tersedia teknologi cepat, mudah dan murah melacak efektivitas iklan.

Kalau kamu hidup di zaman batu, mungkin kamu akan kesulitan menghitung ROI, namun sekarang hal ini bukalah sesuatu yang sulit.

Banyak alat dan website yang memberikan fasilitas penghitungan ROI gratis contohnya pada web ini https://financial-calculators.com/roi-calculator.

Ingat apa yang harus diukur, dan akan dikelola. Menjadi tergas terhadap biaya iklan adalah suatu keharusan, menyeleksi biaya iklan yang tidak efektif dan mendongkrak iklan yang berhasil.

Strategi Pemasaran Bodoh # 2 – Membuat Target Pasar yang Terlalu Luas

Siapa target pasar kamu ? Jika kamu bilang “semua orang”, maka mbah bisa tahu kamu belum memikirkan bisnismu secara matang.

Membuat target pasar yang luas dengan menargetkan “semua orang” pada kenyataannya berarti kamu menargetkan “tidak ada”.

Membuat target pasar terlalu luas kamu membunuh “spesialisasi” kamu dan menurunkan nilai jualmu.

Dengan memilih target pasar tertentu, dan melayani pasar secara professional untuk produk tertentu, maka kamu akan menjadi seorang spesialis. Seorang spesialis adalah seorang yang dicari-cari, dihormati dan yang paling penting adalah dipercaya.

Ketika kamu sakit jantung, kamu diberi piliha dokter umum atau dokter spesialis jantung, kira-kira siapa yang kamu pilih ?

Tentu saja kamu lebih memilih berobat ke spesialis jantung.

Nah…jika kamu berobat kepada spesialis jantung kamu juga akan membayar lebih mahal dibandingkan jika kamu hanya berobat ke dokter umum saja.

Seorang spesialis dihargai lebih tinggi. Jangan meremehkan tentang spesialisasi ini.

Kebanyakan pemula berpikiran dengan menargetkan pasar yang besar, maka hasil yang didapat tentu akan lebih besar. Ini adalah kesalahan besar.

Kuasailah satu produk dan satu target pasar saja. Jika kamu sudah berhasil pada satu pasar, lakukan hal yang sama pada pasar yang lainnya.

Tapi ingat, jangan pernah melakukan hal tersebut sekaligus. Jika kamu masih pemula, kamu akan kesulitan melakukan itu sekaligus, malah akhirnya melemahkan dirimu sendiri.

Strategi Pemasaran bodoh # 3 – Menghabiskan Uang Untuk Membentuk “Branding” Ketika Kamu Masih Sebuah Bisnis Kecil

Brand (merek) adalah nama, tanda, istilah, simbol, desain, kata atau kombinasi dari hal-hal tersebut yang ditujukan untuk mengidentifikasi dan membedakan antara produk dan jasa yang satu dengan yang lain.

Branding adalah kumpulan kegiatan komunikasi yang dilakukan perusahaan dalam rangka proses membangun dan membesarkan brand.

Begitu banyak usaha kecil membuang uang dalam jumlah besar hanya untuk “branding”. Mereka melihat pesaing besar mereka melakukannya dan berpikir bahwa jika mereka melakukan itu, mereka pasti akan sukses juga.

Mbah Cuma mau bilang ini adalah hal gila, mbah akan menjelaskan secara rinci di sini mengapa ini gila.

Berikut adalah ilustrasi singkat.

Bayangkanlah dirimu adalah seorang pemburu dan memasarkan rupiah adalah sebagai senjatamu. Kamu harus menggunakan senjata secara terbatas dan bijaksana sehingga kamu dapat berhasil berburu, pulang dengan kemenangan dan memberi makan keluargamu.

Jika kamu mulai menembak buruan secara acak ke segala arah, kamu hanya akan membuat buruan terkejut dan menakut-nakuti mangsamu.

Kamu perlu membuat target dan cerdas jika kamu ingin menang.

Tentu saja beberapa orang akan menyanggah mbah dan mengatakan bahwa branding adalah cara agar “nama produk kamu dikenal di luar sana” jadi, memang harus dilakukan.

Kecuali kamu seorang pebisnis besar seperti Nike, Apple, Coca Cola atau yang serupa dengan itu maka ngak jadi masalah bagimu untuk membakar ratusan puluhan juta rupiah untuk biaya  pemasaran yang kabur seperti “branding” atau hanya supaya “nama produk kamu dikenal di luar sana”.

Daripada menghabiskan uang hanya supaya “nama produk kamu dikenal di luar sana”, akan jauh lebih baik jika kamu berkonsentrasi untuk mencari prospek pengguna produk kamu.

Jika bisnis kamu masih berukuran kecil atau menengah, maka kamu perlu untuk mendapatkan kembali biaya pemasaran yang sudah kamu keluarkan secara cepat.

Mengeluarkan anggaran kecil untuk marketing yang ngak jelas seperti “branding” itu ibarat seperti melemparkan setetes air ke dalam lautan, ngak ada gunanya om…

Permainan mass marketing, branding dan agar “nama produk kamu di kenal di luar sana” adalah jenis marketing yanga hanya dapat dimenangkan dengan senjata menggunakan peluru bom atom.

Jika bisnis kamu masih dalam skala kecil dan menengah, maka permainan ini bukan untuk kamu…

Jika kamu merasa sedang melakukan atau pernah melakukan strategi pemasaran bodoh ini…, sekarang saatnya untuk berhenti, re-evaluasi dan mengubah arah.

Jika kamu merasa artikel ini menarik, silahkan bagikan kepada teman-teman kamu ya…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here