Tips Email Marketing : Bahaya Membeli Daftar Email & Teknik Membangun Daftar Email Sendiri

0
244

Halo sobat mbah wp, sebagai seorang pebisnis online Anda pasti pernah mendengar strategi jualan yang dinamakan email marketing.

Sederhananya sih teknik ini adalah dengan mengirimi email kepada orang-orang agar mereka tertarik membeli produk kita.

Gampang kalau hanya kirim email….

Masalahnya, emailnya dapat dari mana ?

Kalau usaha Anda masih baru merintis, belum banyak yang tau, tentu susah untuk mendapatkan email dari para pengunjung/pembeli.

TADAAAA…..

Sellooowwww….ada kok yang jual daftar email isinya ratusan ribu/jutaan email (biasanya dikasih daftar no HP juga sebagai bonus) kalau masih kurang ada juga jual software yang bisa men-scrape (mengumpulkan) daftar email dari website seperti facebook, instagram dll.

Tinggal beli, harganya juga ngak mahal2 amat, langsung deh kirim email….beres…jualan kita langsung banyak yang lihat dan keuntungan datang melimpah ruah…

Benarkah ?

SALAH BESAR….!!!!!

Sebelum kita membahas mengapa cara ini salah, mari kita bahas sejenak 3 cara yang digunakan para pebisnis online untuk mendapatkan daftar email mereka.

3 Cara Mendapatkan Alamat Email

  1. Beli daftar email.

Anda membeli daftar email dari penyedia jasa layanan email atau bisa juga pakai software pengumpul email.

Anda mendapatkan email kemudian mengirimi email ke alamat tersebut.

Ini bukanlah cara yang baik untuk kelangsungan bisnis Anda.

  1. Sewa daftar email.

Anda bekerjasama dengan penyedia daftar email. Mereka akan mengirimkan email promosi ke daftar email tersebut (artinya email tidak diberikan kepada Anda).

Anda hanya nompang promo ke daftar email yang mereka miliki (mereka sediakan)

  1. Miliki daftar email opt-in.

Anda mendapatkan email dari pengunjung web/toko online Anda yang dengan sukarela mendaftarkan alamat email mereka ke website Anda.

Mereka dapat memilih jenis konten email tertentu yang ingin mereka terima, seperti mendapatkan email ketika ada artikel baru yang diterbitkan, atau ada diskon khusus dari toko Anda.

Mereka memberikan email kepada Anda karena percaya bahwa Anda memiliki sesuatu yang berharga untuk dikatakan.

7 Alasan Jangan Membeli Daftar Email

  1. Anda akan melanggar aturan persetujuan berdasarkan GDPR.

Para pebisnis online yang mengirimkan email diwajibkan memungkinkan penerima email untuk memilih keluar dan tidak menerima/berlangganan email  dari Anda.

Email yang Anda kirimkan harus memiliki menu “Berhenti berlangganan” sehingga penerima dapat memutuskan jika ingin berhenti saat itu juga berlangganan email dari Anda.

Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR), tindakan privasi data Eropa yang mulai berlaku pada Mei 2018, memiliki aturan yang ketat terhadap data pribadi.

Membeli email dari penyedia layanan email tentu bertentangan dengan hukum GDPR.

Ohhh…tapi sayakan di Indonesia….?

Baiklah, mungkin di negara kita Undang Undang privasi masih belum seketat di luar, lagian tipe masyarakat sini yang cuek dengan data pribadi mereka membuat hal ini tidak menjadi masalah bagi Anda.

Tapi ingat, jika penerima email Anda tinggal di Eropa, maka mereka dilindungi oleh GDPR walaupun Anda berada di luar wilayah Eropa, Anda masih bisa dituntut.

  1. Layanan email marketing akan melarang pengiriman email ke daftar email yang Anda beli.

Setelah membeli email kemudian Anda menggunakan jasa Mailchimp, Sendgrid, Mailgun dll untuk mengirimkan pesan ke email-email tersebut.

Sayang sekali, para penyedia jasa email marketing ini biasanya melarang dan membanned akun jika email yang akan dikirimi pesan adalah hasil dari beli.

Dari mana mereka tahu ?

Biasanya email hasil dari beli bukan hanya dijual kepada 1 orang saja, tetapi ke banyak orang. Artinya, email tersebut akan terdaftar berulang-ulang di banyak software penyedia jasa email marketing.

Mereka bisa mendeteksi ini, dan ini dianggap sebagai SPAM.

Tentu saja para penyedia jasa layanan email marketing ini tidak ingin terkena Blacklist dan dianggap sebagai media pengirim SPAM, sehingga mereka pasti melarang pengiriman pesan ke email yang dibeli.

  1. Daftar email yang dibeli bisaanya berisi data yang tidak potensial.

Begini maksudnya.

Katakanlah bisnis Anda bangkrut karena suatu hal sehingga semua asset Anda harus disita.

Dari banyaknya asset, Anda masih menyimpan data-data para konsumen Anda yang loyal.

Pertanyaannya, apakah Anda rela memberikan informasi data pelanggan tersebut ?

Tentu saja tidak.

Kalaupun harus memberikan data pelanggan, Anda akan memberikan data abal-abal, karena data pelanggan Anda adalah “NYAWA  BISNIS” Anda.

Meskipun sekarang bangkrut, Anda bisa lebih cepat bangkit jika punya data pelanggan yang bisa Anda hubungi untuk membangun ulang bisnis Anda dibanding memulai bisnis baru dan mencari-cari pelanggan dari 0.

Jadi, yakin dan percayalah, jika Anda membeli daftar email, bisa dipastikan 80 % isinya abal-abal.

  1. Orang-orang yang berada dalam daftar email yang Anda beli, tidak mengenal Anda.

Manusia adalah mahluk social.

Kita biasanya sangat canggung jika berhadpan dengan orang baru atau orang yang tidak kita kenal.

Orang-orang akan mengabaikan email yang dating dari orang yang tidak mereka kenal atau mereka merasa tidak pernah berhubungan untuk menerima email tersebut.

Dan, tahukah Anda. Provider seperti gmail, yahoo dll akan segera memindahkan email yang tidak mendapat respon (dibuka, dibaca, diklik) oleh penerima ke kotak SPAM.

Cerdas sekali bukan ?

Masuk akal sih, Anda kirimin email terus menerus tapi tidak pernah direspon, berarti sipenerima tidak kenal Anda.

Tidak kenal kok bisa ngirimin email ?

Emailnya dapat dari mana ?

Kemungkinan besar beli atau scrape pake software.

Berarti SPAM

Pindahkan ke kotak SPAM

Tamat

  1. IP Addres Anda akan segera di blacklist.

Setiap website pastinya memiliki alamat IP address (mis. 160.xx.xxx.123), IP ini akan tercatat setiap Anda mengirimkan email, share konten di medsos dll.

Gmail, yahoo dan saudara-saudaranya dibuat oleh orang-orang yang cerdas, jadi percuma juga Anda berusaha mengelabui system mereka.

Jika IP addres Anda ditandai sebagai SPAM maka Anda tidak akan bisa lagi mengirimkan email ke provider tersebut.

Email yang dikirim tidak akan nyampe kemana-mana, ke inbox tidak, ke SPAM juga tidak.

Jadi kemana dong ?

Ya ngak kemana-mana……istilah kerennya mantul (bounce rate).

Kasus seperti ini sangat sering terjadi yang websitenya dihosting pada layanan shared hosting (berbagi server).

Pada shared hosting 1 IP address dipakai rame-rame oleh banyak domain.

Efeknya, jika ada 1 domain yang nakal melakukan SPAM di email atau Sosmed, maka alamat website lainnya akan ikutan terkena Blacklist.

Ini juga yang menjadi jawaban jika Anda pernah share artikel di sosmed seperti FB tiba-tiba link yang Anda bagikan dianggap SPAM, menyalahi aturan dan terkena blokir.

Padahal tidak pernah merasa melakukan SPAM, bahkan baru pertama kali share link di sosmed.

Kemungkin besar karena domain lain yang satu IP address dengan Anda pernah melakukan tindakan SPAM di sosmed atau email.

  1. Anda bisa dianggap menjengkelkan.

Siapa sih yang suka dikirimi email gelap ?

Kalau Anda tidak suka, pastinya orang yang Anda kirimi email tersebut juga sama.

Jeleknya lagi, orang akan langsung berpikirian negatif terhadap Anda.

Sebagus apapun produk atau nilai yang Anda berikan akan diabaikan karena pengaruh negatif tersebut.

Dalam dunia bisnis, kepercayaan itu nomor 1.

  1. Akun email Anda akan segera di blokir.

Jika email yang Anda kirimkan ditandai sebagai SPAM. Maka tidak lama lagi akun tersebut akan diblokir, karena dianggap hanya merusuh dan menambah beban saja.

Cara Mengumpulkan Daftar Email Dari Pengunjung Website Anda

Cara ini dilakukan bagi Anda yang ingin mengumpulkan email dengan Teknik ke 3.

Kumpulkan email dari pengunjung dengan meminta mereka memasukkan alamat email secara sukarela.

Bagaimana caranya agar mereka bersedia memberikan alamat emailnya kepada Anda :

  1. Berikan penawaran berharga yang sulit untuk ditolak oleh pengunjung website Anda.

Webinar, ebooks, templat, dll. – ini semua merupakan aset konten premium jangka panjang yang akan membuat orang rela memberikan alamat email mereka. Semakin banyak konten gratis yang Anda berikan, semakin banyak email yang bisa anda dapatkan.

  1. Buat alat yang bermanfaat.

Di Mbah WP saya menawarkan penggunaan tools notifku secara gratis (ada juga yang premium).

Para peminat harus mendaftar menggunakan emailnya dan ini menjadi asset yang berharga bagi website ini.

  1. Sertakan tombol berbagi di email Anda

Pertimbangkan untuk menambahkan tombol bagikan ke email Anda sehingga penerima email Anda dapat meneruskan email yang paling mereka sukai ke teman dan kolega yang menurut mereka juga akan menyukainya.

Lah, cuma itu ?

Iya, cuma itu…kalau pengunjung merasa apa yang Anda tawarkan berguna buat mereka. Mereka akan dengan sukarela berlangganan email dari Anda.

Untuk menangkap dan mengelola alamat email ini tentu Anda membutuhkan alat bantu.

Anda bisa menggunakan layanan dari mailchimp, sendgrid atau mailgun dan masih banyak lagi.

Bayar ? Tenang saja mereka memiliki paket layanan gratis kok.

Anda juga bisa menggunakan plugin premium wordpres ini untuk mengelola email dari pengunjung website Anda.

  1. Popup Plugin For WordPress – ConvertPlus

Plugin ini berfungsi untuk menampilkan jendela pop-up cantik di layar website Anda yang berfungsi untuk menawarkan tools, ebook, webminar, atau diskon dengan imbalan alamat email dari pengunjung web Anda.

Selain pop up, plugin ini juga memiliki fitur share sosmed, infobar, slide in dan masih banyak lagi.

Memiliki lebih dari + 100 pop up cantik yang bisa Anda edit atau langsung gunakan.

  1. Popup Plugin for WordPress – Layered Popups

Plugin ini memiliki fungsi yang mirip dengan Plugin Convertplus, namun memiliki tampilan dan desain pop-up yang lebih premium.

Anda bisa juga mendesain pop up sendiri, dan pop up bawan terdiri dari +200 pop up.

Plugin ini hanya memiliki fitur pop up saja.

  1. Plugin Mailster

Plugin ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan pengelolaan email yang Anda tangkap melalui pop up di halaman web Anda.

Selain mengarsipkan email, melalui plugin ini Anda dapat mendesain kampanye email, kemudian mengirimkan melalui plugin ini, melacak berapa email yang dibuka, link yang di klik dan siapa saja yang membuka/klik email tersebut.

Kelebihan dari plugin ini adalah, email Anda adalah milik Anda sendiri, tidak perlu disimpan di layanan seperti mailchimp, sendgrid dll.

Artinya, Anda tidak perlu takut email yang Anda peroleh disalah gunakan oleh pihak lain, karena hanya Anda yang tahu email tersebut.

Baiklah, akhirnya kita sampai kepada kesimpulan, membeli daftar email untuk kegiatan pemasaran tidak ada gunanya sama sekali.

Selain buang-buang uang, juga buang-buang tenaga.

Kirimlah email pemasaran kepada orang yang memang setuju untuk menerima email dari Anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.