Apakah kamu menjual roti yang baru dipanggang, layanan akuntansi atau dukungan IT, caramu memasarkan dirimu akan memiliki dampak yang besar pada klien yang kamu layani dan seberapa besar biaya untuk layanan yang kamu tawarkan.

Ini Bukan Tentang Produk

Banyak orang percaya bahwa “itu semua tergantung produk kamu” artinya, jika kamu memiliki produk atau layanan yang sangat bagus, maka orang akan secara otomatis lebih cenderung untuk membeli dari kamu dan membayar lebih mahal untuk itu.

Untuk beberapa hal pendapat ini ngak salah, hukum ini memang berlaku ketika kamu memiliki produk atau layanan yanga “cukup baik”.

Namun coba pikirkan, “seberapa bagus” sih…roti panggang, layanan akuntansi atau dukungan IT yang kamu berikan jika dibandingkan dengan kompetitormu (pesaing) ?

Hmmm…jika berbicara tentang kompetensi (persaingan}, maka rata-rata setiap pemilik produk dan layanan pasti berlomba-lomba memberikan “yang terbaik”, nahh..sebenarnya, pada posisi ini produk kamu dan competitor ngak jauh beda kualitasnya.

Jadi, caramu memasarkan dirimu adalah cara untuk menghasilkan keuntungan yang lebih besar.

Berapa Banyak Uang yang Dihasilkan Oleh Seorang Pemain Biola ?

Berapa sih uang yang dihasilkan oleh seorang pemain biola kelas dunia ? Nah, itu tergantung pada bagaimana ia memasarkan dirinya.

Pernah dengar tentang Joshua Bell?

Dia salah satu musisi klasik terbaik di dunia. Dia bermain untuk banyak konser di seluruh dunia, dan menghasilkan lebih dari $ 1.000 per menit.

Biola yang ia mainkan adalah biola Stradivarius yang dibuat pada tahun 1713, saat ini senilai $ 3,5 juta. Biola Stradivarius khusus ini, berusia 300 tahun, dan terkenal sebagai biola yang memiliki suara paling indah yang pernah dibuat.

Jadi, pada kasus ini kita memiliki pemain biola terbaik di dunia bermain dengan biola yang menghasilkan suara paling indah yang pernah ada.

Intinya, sebagai musisi Bell adalah musisi terbaik yang pernah ada dan melakukan yang terbaik dalam karirnya.

Pada puncak karirnya ia didekati oleh Washington Post untuk berpartisipasi dalam sebuah eksperimen sosial.

Mereka ingin agar dia bermain biola di sebuah stasiun kereta bawah tanah lokal selama satu jam, di mana ribuan orang akan berjalan dengan dan mendengar dia bermain.

Jadi pada pagi hari 12 Januari, 2007, Bell memainkan lagu-lagu klasik dengan kotak biola terbuka di depannya.

Coba tebak, berapa uang yan dihasilkan selama 1 jam oleh pemain biola terbaik di dunia, dengan memainkan biola seharga $ 3.500.000 ?

Totalnya hanya $ 32. Nah….Bandingkan dengan diri mu sendiri sekarang :

Pemain biola terbaik, bermain instrumen yang paling indah, hanya menghasilkan $ 32 dari “pelanggan” nya.

Pemain biola yang sama yang melakukan konser di Boston Hall beberapa malam sebelumnya. Melakukan konser dengan lagu yang sama di mana penonton membayar $ 100 atau lebih per tiket.

Selama acara itu, ia mendapatkan lebih dari $ 60.000 per jam.

Musisi berbakat yang sama, memainkan musik yang sama memakai biola yang sama, namun dalam satu contoh dia mendapatkan $ 32 per jam dan di tempat lain, dia mendapatkan $ 60.000 per jam.

Apa yang membuat perbedaan bagai bumi dan langit ini ? Hanya satu kata  – posisi.

Posisimu Menentukan Seberapa Besar Keuntunganmu

Jika kamu seorang musisi profesional dan kamu memposisikan diri sebagai pengamen di stasiun kereta bawah tanah, “pelanggan”mu akan memperlakukanmu seperti itu dan membayarmu sesuai dengan “derajat”mu.

Sebaliknya jika kamu memposisikan diri sebagai pemain konser professional, maka kamu akan menarik pelanggan dari “kelas” atau “golongan” yang berbeda dan sekali lagi dibayar sesuai dengan “derajat”mu.

Dengan kata lain, orang biasanya akan menilai dirimu sesuai dengan posisi, kondisi dan keadaan kamu sendiri.

Tentu saja kamu ngak bisa menipu dan berpura-pura memposisikan diri sebagai musisi profesional dan kemudian muncul dan melakukan konser di tempat-tempat yang elit dan berlevel tinggi.

Hal yang sama berlaku juga terhadap binis yang kamu jalankan, apapun jenis bisnisnya.

Sebagai konsumen, kamu akan keberatan dan ngamuk-ngamuk ngak jelas jika kamu harus membayar Rp. 50ribu untuk secangkir kopi luwak asli di sebuah warteg di pinggir jalan, diiringi dengan lagu dangdut koplo dan duduk di bangku panjang yang terbuat dari kayu.

Tapi kamu ngak akan pernah ngamuk-ngamuk jika tempat kamu minum secangkir kopi luwak itu adalah sebuah café terkenal dengan bangunan yang artisitik, diiringi music jazz lembut dan tempat duduk yang nyaman juga AC yang adem-ayem.

Ketika kamu harus membayar Rp. 50ribu untuk secangkir kopi di tempat itu, dalam hati kamu pasti bilang “wajar…” meskipun sebenarnya kamu ngak punya uang….wkwkwkwkwk.

Sekali lagi…mengapa kamu memiliki reaksi yang berbeda untuk secangkir kopi luwak yang sama ? Jawabannya – posisi.

Artinya….jika kamu punya produk dan layanan yang berkualitas, mengapa harus takut memposisikan dirimu pada tingkat yang jauh lebih tinggi dan berkelas – tawarkan produk kamu dengan harga premium dan berikan banyak layanan berkualitas bagi pelanggan kamu.

Berhentilah memposisikan dirimu hanya “sekedar berjualan produk” dan bersaing dengan harga yang murah.

Kamu akan mendapatkan hasil yang luar biasa.

Jika kamu menyukai artikel ini, kamu bisa membagikannya kepada teman-teman kamu melalui media social.

 

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here